Perpustakaan Alexandria, Mengenal Perpustakaan Pertama di Dunia

Apakah kamu tahu dimana perpustakaan pertama di dunia? Jawabannya ada di Alexandria, Mesir. Tepatnya di sekitar Selatan Mesir. Alexandrina Bibliotheca of Egypt atau Perpustakaan Alexandria Mesir adalah perpustakaan pertama dan terbesar di dunia.

Sejarah Pembangunan Perpustakaan Alexandria

Dibangun pada tahun 323 SM oleh raja Ptolemey (ptolemaeus) Soter (322-285 SM) raja pertama dinasti Diadoch. Perpustakaan ini menjadi sangat besar di bawah para penggantinya Ptolemey Philadelphus (285-247SM) dan Ptolemey Eurgetes ( 247-221 SM).

Perpustakaan tersebut dibangun Ptolemey dengan maksud mengumpulkan dan memelihara selengkapnya semua karya kesusastraan Yunani. Betapa perntingnya perpustakaan di mesir pada waktu itu ditandai dengan diketahuinya beberapa orang yang bekerja di sana seperti: Zenodotus, Erastothenes, Aristophanes, Aristarchus, Callimachus dan Apollonius sekitar abad tiga dan dua SM.

Perpustakaan ini bertahan hingga berabad-abad dan memiliki koleksi yang sangat lengkap. Ptolemi I pengganti Aleander Agung adalah pendiri Perpustakaan Iskandariyah Mesir yang kemudian diteruskan hingga kekuasaan Ptomeli III.

Bagaimana Alexandrina Bibliotheca menjadi yang terbesar ?

Pada masa itu, Bibliotheca Alexandria Egypt menjadi pusat ilmu pengetahuan. Hingga Raja mesir sempat membelanjakan harta kerajaannya untuk membeli buku dari seluruh pelosok negeri hingga terkumpul 442.800 buku dan 90.000 berbentuk ringkasan tak berjilid.

Pada masa kemashyuran perpustakaan Alexandria, setiap kapal dan penjelajah yang singgah ke Mesir akan digeledah. Setiap buku dan naskah yang ditemukan akan disalin, salinannya akan diberikan sementara naskah asli akan disita oleh pihak perpustkaan.Kejadian paling diingat dalam sejarah adalah ketika Athena meminjamkan naskah klasik Yunani mereka kepada Mesir karena diberikan jaminan oleh Mesir bahwa Mesir hanya ingin menyalinnya. Namun kenyataannya Mesir justru menyita semua naskah yang ada dan hanya memulangkan salinan kepada Athena.

Hancurnya Perpustakaan Alexandria

Diketahui ada tiga kejadian yang merusak perpustakaan ini.

Pertama, menurut dokumen berjudul Kronik Perang Alexandria karya Titus Livius, Pada tahun 48 SM kaisar Roma, Julius Caesar memerintahkan untuk membakar gedung itu dalam perang melawan Ptolomeus. Kebakaran itu memusnahkan sebagian naskah berharga. Saat kebakaran, hampir seluruh warga kota turun tangan memadamkan api.

Julius Caesar akhirnya meminta maaf dan menggantikan 200.000 buku sebagai gantinya kepada Ratu Mesir Cleoptara. Namun penggantian itu tidak cukup untuk mengganti kerugian yang telah ada dengan terbakarnya Alexandria.

Kedua, penyerangan yang dilakukan oleh bangsa Aurelian sekitar abad 3 SM.

Ketiga, kerusuhan yang terjadi akibat jatuhnya Theophilus. Pada 300 M, perpustakaan ini akhirnya berhenti berdenyut.

Pada tahun 1990-an UNESCO dengan pemerintahan Mesir kembali membangun perpustakaan yang memiliki nilai sejarah tersebut. Setelah terbengkalai hampir 20 abad akhirnya Bibliotheca Alexandria Egypt atau Perpustakaan Iskandariyah Mesir kembali berdiri kokoh dan megah pada 17 Oktober 2002 dan diresmikan oleh Presiden Mesir Husni Mubarak. Dan setiap tanggal 17 Oktober akhirnya diperingati sebagai Hari Perpustakaan Sedunia.

Bangunan perpustakaan Alexandria Modern berbentuk bulat beratap miring, terbenam dalam tanah. Di bagian depan sejajar atap, dibuat kolam untuk menetralkan suhu pustaka, terdiri lima lantai di dalam tanah, perpustakaan ini dapat memuat sekitar 8 juta buku. Namun yang ada saat ini baru 250.000. Perpustakaan ini juga memiliki ratusan gulungan papyrus.

Menyediakan berbagai fasilitas, seperti 500 unit komputer berbahasa Arab dan Inggris untuk memudahkan pengunjung mencari katalog buku, ruang baca berkapasitas 1.700 orang, conference room, ruang pustaka Braille Taha Husein khusus tuna netra, pustaka anak-anak, museum manuskrip kuno, lima lembaga riset, dan kamar-kamar riset yang bisa dipakai gratis.

Dinding luar terbuat dari batu granit Zimbabwe seluas delapan ribu meter persegi. Dinding yang disusun dengan batu berukuran 2 x 1 meter itu dipahat aneka huruf dari berbagai bahasa, yang pernah dikenal manusia selama 10.000 tahun lebih dari 500 kebudayaan di dunia. Di sini timbul kesan yang amat kuat tentang betapa tingginya peradaban manusia di bidang tulis menulis.

Dekat dinding batu terdapat sebuah kolam air. Dengan demikian, ketika matahari sedang “menyala” dengan hebatnya, pantulannya dibelokkan oleh dinding dan air di kolam menuju beberapa bagian ruang perpustakaan sebuah efek yang kontras dan harmonis, yang meninggalkan kesan sebuah pertumbuhan geologis.

Perpustakaan Alexandria memiliki banyak koleksi berharga. Di antaranya 5.000 koleksi penting berupa manuskrip klasik tentang aneka pengetahuan dari abad 10 M-18 M. Juga ada catatan penting Napoleon berjudul Description de’lEgypte, yang menceritakan peristiwa Prancis menyerbu kota Alexandria. Perpustakaan yang dulu dihancurkan oleh Julius Caesar itu kini menjadi salah satu objek wisata dunia seperti Piramid Giza, Mumi, Karnax Temple, Kuburan para Firaun di Luxor atau Museum Kairo yang menyimpan timbunan emas Tutankhamun.

Sumber: primaindisoft.com

Halal Tours bersama KPLN Goest to Egypt (Reservasi via WA 0852-134-333-21)

Mengenal Benteng Qaitbay di Alexandria, Mesir

Perjalanan menyenangkan berkunjung ke Mengenal Benteng Qaitbay di Alexandria – Musim panas kali ini kami jadikan momen untuk menyegarkan pikiran setelah sebulan penuh menghadapi ujian akhir semester. Liburan kami manfaatkan untuk mengikuti daurah atau belajar ilmu agama sambil menikmati keindahan Alexandria, kota yang dikelilingi Laut Mediterania.

Suasana pantai yang terletak di tengah kota ini diatur dengan sangat indah, sehingga menarik minat banyak wisatawan untuk singgah atau sekadar berjalan-jalan di pinggir pantainya.

Alexandria merupakan salah satu kota wisata yang terkenal di Mesir, karena sangat eksotis. Kota Alexandria atau dalam bahasa Arab “Iskandariah” memang punya sejarah panjang. Letak geografisnya yang sangat strategis, dengan menghadap ke Laut Mediterania atau Laut Tengah, membuat kota ini sangat diminati turis mancanegara.

Secara geografis, Kota Iskandariah (Alexandria) terletak pada posisi yang sangat unik di salah satu tepi Laut Mediterania. Panjang pantainya sekitar 20 km. Iskandaria juga merupakan pelabuhan pertama di Mesir, sekaligus salah satu dari tiga pelabuhan terpenting di perairan Laut Mediterania dan merupakan pelabuhan terbesar di kawasan Timur Tengah.

Atas dasar itu Kota Iskandariah pantas mendapat julukan sebagai “Putri Laut Mediterania”. Sejarah mencatat bahwa Iskandariah yang diambil dari nama Panglima Romawi “Alexander The Great” yang membangun kota ini telah menjadi ibu kota Mesir sepanjang satu milenium.

Kota ini memang banyak menyimpan kenangan masa lampu, budaya umat manusia kala itu. Di Kota Alexandria kita akan temukan bangunan-bangunan yang bermacam gaya antara Romawi kuno dan Arab, beberapa pantai yang indah seperti Montaza Beach akan menyambut para wisatawan dengan deburan ombak dan pasir putihnya yang menawan.

Kalau ingin menikmati keindahan yang lebih romantik lagi, ada satu tempat namanya “Qaitbay”, salah satu bagian dari Kota Alexandria. Letaknya berhadapan dengan laut tengah Mediterania. Angin lautnya membawa suasana dua benua, antara Eropa dan Afrika Utara. Jika kita menyusuri bangunan kuno di sini, misalnya, benteng yang bergaya Romawi kuno, seolah-olah membuat kita hanyut dan hidup pada abad lampau.

Jika melawat ke Alexandria, memang tidak lengkap jika tidak mampir ke Benteng Qaitbay. Benteng yang anggun dan indah ini terletak di tepi Laut Mediterania. Benteng ini dibangun oleh sultan dari Dinasti Mamluk, yaitu Sultan Al Ashraf An Nashr Syaifudin Qaitbay pada tahun 1423 M. Fungsinya ya apalagi kalau bukan untuk menahan serangan yang selalu datang hendak mencaplok Mesir.

Nah, berikut cerita menarik di balik sebuah benteng. Yaknik, kisah seorang budak yang jadi sultan atau raja. Sultan Qaibay sendiri tadinya adalah seorang budak. Keseluruhan Dinasti Mamluk (1250 M-1517 M) pada awalnya dibangun seorang budak. Makanya disebut Dinasti Mamluk ini juga sebagai Dinasti Budak. Ini karena budak di sini tetap mendapatkan hak-hak atas pendidikan, sehingga bisa berkembang kariernya di dunia birokrasi ataupun militer. Kehebatan Dinasti Mamluk adalah dia satu-satunya yang mampu menahan dan menghancurkan serangan pasukan Mongol pada abad ke-13. Karena kehebatannya, Syiria dan negara-negara Islam lainnya menyatakan tunduk kepada Dinasti Mamluk di Mesir ini.

Menariknya, dinasti ini tidak strict harus keturunannya yang menjadi raja atau sultan, tetapi jika ada seorang budak yang smart dan bisa dipercaya, dia bisa saja langsung menjadi sultan. Ya, seperti Sultan Qaitbay ini. Tadinya dia seorang budak milik seorang kaya raya di Mesir, kemudian dibeli oleh Sultan Djaqmaq yang kemudian memberi Qaitbay kemerdekaan.

Dia kemudian ditugaskan sebagai kepala militer. Setelah sang Sultan meninggal, Qaitbay ditunjuk menjadi sultan untuk menggantikannya. Salah satu peninggalan Qaitbay ini adalah bentengnya di Alexandria. Benteng itu berwarna krem keputihan, anggun berdiri di tepi Laut Mediterania. Di benteng ini kita bisa menyaksikan arsitek yang indah dengan lorong-lorong yang panjang, celah untuk mengintip musuh, plus ornamen yang membentuk lubang udara. Pandangan dari benteng ini lepas ke Laut Mediterania nan luas. Itulah sekilas kisah tentang kota yang menawan, yaitu Alexandria di Mesir. Semoga bermanfaat.

Penulis: IKRILLAH SYAHRUL, Penerima Beasiswa LPSDM Aceh 2015, alumnus UIN Ar-Raniry Aceh, sedang menempuh Pascasarjana Dual Araby University, melaporkan dari Alexandria, Mesir

6 Alasan Kenapa Kamu Wajib Traveling Ke Mesir

WAJIB TRAVELING KE MESIR

Sudah bosan jalan-jalan ke tempat yang dingin?, atau sudah bosan bila harus bepergian dengan membawa baju bertumpuk-tumpuk? Mungkin kalian akan berpikir kalau harus merasakan pengalaman liburan yang berbeda. Kali ini mungkin saatnya kalian pergi ke tempat yang agak hangat, menyenangkan, dan bisa jadi dengan budget lebih murah. Nah, kalau begitu Mesir adalah satu dari beberapa pilihan yang tepat.

Negara yang terletak di bagian utara Afrika ini memang memiliki banyak sekali daya tarik dan sudah banyak memancing ribuan pengunjung baik di dunia barat maupun timur, dan Asia sejak abad 19. Alasan utama mengunjungi negara ini tidaklah berubah sejak orang-orang mengetahui kenikmatan dari mengunjungi negara ini sejak 200 tahun silam. Pertama, Mesir menawarkan harga yang sempurna untuk menukarkan mata uang kita menjadi Pound Mesir. Yang kedua adalah cuaca, yang mana kita akan tetap merasa hangat bahkan dalam musim dingin sekalipun (Luar biasa, bukan?). Dan tentu saja, Mesir yang kita ketahui memiliki berbagai pemandangan spektakuler dipenuhi dengan sejarah dan cerita-cerita kuno, peradaban dengan budaya tingkat tinggi yang akan membuat kita tak menyesal telah memilih negara ini sebagai destinasi liburan.

Mari kita amati lebih dekat dan semakin dekat apa saja 6 Alasan Kenapa Kamu Wajib Traveling Ke Mesir, agar menambah pengetahuan kita pecinta liburan.

1. Oasis Mesir sebelah barat

Karena lokasi yang terpencil, tak banyak orang yang liburan kemari mengetahui atau bahkan menyempatkan untuk berkunjung ke Oasis di bagian barat Mesir ini. Padahal tempat ini selalu dibicarakan oleh banyak pengunjung sebelum mereka memutuskan pergi. Di daerah Siwa terdapat kota yang memiliki nuansa spesial, walaupun daerah ini harus ditempuh dengan perjalanan jauh atau bahkan harus mengambil paket istimewa dalam liburan di Mesir, namun tempat ini really well worth to visit. Dikelilingi oleh padang pasir yang terhampar ratusan mil dan pemandangan luar biasa dari Oasis Siwa yang mana telah menjadi rumah bagi 400.000 jenis pohon dan 300 mata air. Disini juga terdapat beberapa pondok yang dapat ditempati bila ingin merasakan malam di tengah padang pasir bernuansa Arabian Night.

2. Menjelajahi semenanjung Sinai yang ajaib

Dengan perjalanan menggunakan mobil menuju Sinai, kita bisa merasakan dan berpetualang menuju tempat-tempat bersejarah, pegunungan dengan landscape yang dramatis. The Blue Desert (Padang pasir biru) adalah salah satu harta karun tersembunyi di Mesir. Ini adalah sebuah monumen buatan manusia sebagai simbol perdamaian antar negara dan juga sebagai lambang keindahan pemandangan yang natural di daerah ini. Mantapkan perjalananmu dengan mengunjungi Coloured canyon dan bersiaplah jatuh cinta dengan keindahan alam Sinai.

3. Belanja di Kairo

Turis tidak mungkin meninggalkan sebuah tempat yang dikunjunginya tanpa berbelanja. Berbelanja di Kairo telah menjadi tradisi wajib, baik itu belanja di kota-kota besar, di Mall-mall, atau bahkan di pasar lokal dan bazaar. Khan el Khalili Bazaar adalah jenis tempat yang dapat membuatmu lupa waktu sekali belanja disini. Tempat ini menyajikan banyak souvenir, barang antik, makanan dengan tawar-menawar dan harga yang menggoda. Setelah puas berbelanja, kalian dapat pergi ke gastronomic tour dan dapatkan beberapa makanan khas Mesir. Atau ada beberapa restaurant dengan nuansa romantis yang dapat ditemukan diluar bazaar.

4. Pesona Alexandria

Setelah banyak melakukan berbagai kegiatan di kota-kota besar, perjalanan, mungkin kamu harus menyempatkan mengunjungi Alexandria (Perhatian, tempat ini akan membuat kalian ketagihan). Kota yang anggun ini terletak di lepas pantai Mediterania dan memiliki kesan Eropa yang jelas sekali. Tak lupa, kota ini juga memiliki banyak budaya dan sejarah seperti monumen dan situs-situs yang dilindungi oleh UNESCO. Jangan lupakan pantainya, Alexandria memiliki pantai pasir putih yang benar-benar mewah dan pemandangan luar biasa.

5. Kehidupan pantai di laut merah

Laut merah menawarkan hampir 800 mil garis pantai yang spektakuler. Tempat ini juga menjadi salah satu spot favorit para penyelam dari seluruh dunia. Garis pantai yang demikian panjang dapat membuatmu merasakan keindahannya sambil beristirahat. Untuk beberapa orang yang menyukai resort, disana terdapat beberapa resort terkenal dari Sharm el-Sheikh.

6. Mengunjungi tempat-tempat bersejarah

Kamu tak mungkin datang ke Mesir tanpa mengunjungi salah satu situs paling bersejarah di seluruh dunia. Sungai Nil yang juga dapat kalian rasakan secara langsung dan petualangan menarik yang perlu dilakukan sekali seumur hidup dengan melihat secara langsung Piramida, Minya, Assuit, Luxor dan Aswan.

Bagaimana, tertarik mengunjungi Mesir?

Sumber: Cerpin.com

Chat via WA SEKARANG JUGA Ke Nomor: 0852-134-333-21 untuk mendapatkan informasi penting terkait kuliah di Universitas Al Azhar, Mesir.

#kpln #pendidikanluarnegeri #beasiswamesir #infobeasiswa #beasiswatimurtengah #kuliahluarnegeri