Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Non Beasiswa Mesir Tahap 2

Berikut ini kami sampaikan Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Non Beasiswa Mesir Tahap 2.

Kami mengucapkan selamat kepada ananda yang namanya tercantum dipengumumam tersebut. Untuk melihat daftar nya, silahkan download pada link berikut:

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Non Beasiswa Mesir Tahap 2

TAHAP PEMBERKASAN MABA AL-AZHAR 2019

TAHAP 1
Mengisi daftar ulang online
Klik link dibawah ini:
http://bit.ly/DaftarKeMesir

(Pengisian formulir paling lambat 26 juli 2019)

TAHAP 2
Mengirimkan photocopy KTP atau PASPOR, dengan format PDF, ke Kementrian Agama melalui email:
k.pendidikan@gmail.com

TAHAP 3
Membuat PASPOR (bagi yamg belum punya)
Syarat Pembuatan Paspor:
1. KTP
2. Kartu Keluarga
3. Akte Lahir / Ijazah Terakhir
— untuk informasi detail cara pembuatan paspor, silahkan googling atau kunjungi kantor imigrasi terdekat.

TAHAP 4 & SETERUSNYA
Akan kami informasikan secara berkala

HOTLINE
+62 852-1343-3321

Perpustakaan Alexandria, Mengenal Perpustakaan Pertama di Dunia

Apakah kamu tahu dimana perpustakaan pertama di dunia? Jawabannya ada di Alexandria, Mesir. Tepatnya di sekitar Selatan Mesir. Alexandrina Bibliotheca of Egypt atau Perpustakaan Alexandria Mesir adalah perpustakaan pertama dan terbesar di dunia.

Sejarah Pembangunan Perpustakaan Alexandria

Dibangun pada tahun 323 SM oleh raja Ptolemey (ptolemaeus) Soter (322-285 SM) raja pertama dinasti Diadoch. Perpustakaan ini menjadi sangat besar di bawah para penggantinya Ptolemey Philadelphus (285-247SM) dan Ptolemey Eurgetes ( 247-221 SM).

Perpustakaan tersebut dibangun Ptolemey dengan maksud mengumpulkan dan memelihara selengkapnya semua karya kesusastraan Yunani. Betapa perntingnya perpustakaan di mesir pada waktu itu ditandai dengan diketahuinya beberapa orang yang bekerja di sana seperti: Zenodotus, Erastothenes, Aristophanes, Aristarchus, Callimachus dan Apollonius sekitar abad tiga dan dua SM.

Perpustakaan ini bertahan hingga berabad-abad dan memiliki koleksi yang sangat lengkap. Ptolemi I pengganti Aleander Agung adalah pendiri Perpustakaan Iskandariyah Mesir yang kemudian diteruskan hingga kekuasaan Ptomeli III.

Bagaimana Alexandrina Bibliotheca menjadi yang terbesar ?

Pada masa itu, Bibliotheca Alexandria Egypt menjadi pusat ilmu pengetahuan. Hingga Raja mesir sempat membelanjakan harta kerajaannya untuk membeli buku dari seluruh pelosok negeri hingga terkumpul 442.800 buku dan 90.000 berbentuk ringkasan tak berjilid.

Pada masa kemashyuran perpustakaan Alexandria, setiap kapal dan penjelajah yang singgah ke Mesir akan digeledah. Setiap buku dan naskah yang ditemukan akan disalin, salinannya akan diberikan sementara naskah asli akan disita oleh pihak perpustkaan.Kejadian paling diingat dalam sejarah adalah ketika Athena meminjamkan naskah klasik Yunani mereka kepada Mesir karena diberikan jaminan oleh Mesir bahwa Mesir hanya ingin menyalinnya. Namun kenyataannya Mesir justru menyita semua naskah yang ada dan hanya memulangkan salinan kepada Athena.

Hancurnya Perpustakaan Alexandria

Diketahui ada tiga kejadian yang merusak perpustakaan ini.

Pertama, menurut dokumen berjudul Kronik Perang Alexandria karya Titus Livius, Pada tahun 48 SM kaisar Roma, Julius Caesar memerintahkan untuk membakar gedung itu dalam perang melawan Ptolomeus. Kebakaran itu memusnahkan sebagian naskah berharga. Saat kebakaran, hampir seluruh warga kota turun tangan memadamkan api.

Julius Caesar akhirnya meminta maaf dan menggantikan 200.000 buku sebagai gantinya kepada Ratu Mesir Cleoptara. Namun penggantian itu tidak cukup untuk mengganti kerugian yang telah ada dengan terbakarnya Alexandria.

Kedua, penyerangan yang dilakukan oleh bangsa Aurelian sekitar abad 3 SM.

Ketiga, kerusuhan yang terjadi akibat jatuhnya Theophilus. Pada 300 M, perpustakaan ini akhirnya berhenti berdenyut.

Pada tahun 1990-an UNESCO dengan pemerintahan Mesir kembali membangun perpustakaan yang memiliki nilai sejarah tersebut. Setelah terbengkalai hampir 20 abad akhirnya Bibliotheca Alexandria Egypt atau Perpustakaan Iskandariyah Mesir kembali berdiri kokoh dan megah pada 17 Oktober 2002 dan diresmikan oleh Presiden Mesir Husni Mubarak. Dan setiap tanggal 17 Oktober akhirnya diperingati sebagai Hari Perpustakaan Sedunia.

Bangunan perpustakaan Alexandria Modern berbentuk bulat beratap miring, terbenam dalam tanah. Di bagian depan sejajar atap, dibuat kolam untuk menetralkan suhu pustaka, terdiri lima lantai di dalam tanah, perpustakaan ini dapat memuat sekitar 8 juta buku. Namun yang ada saat ini baru 250.000. Perpustakaan ini juga memiliki ratusan gulungan papyrus.

Menyediakan berbagai fasilitas, seperti 500 unit komputer berbahasa Arab dan Inggris untuk memudahkan pengunjung mencari katalog buku, ruang baca berkapasitas 1.700 orang, conference room, ruang pustaka Braille Taha Husein khusus tuna netra, pustaka anak-anak, museum manuskrip kuno, lima lembaga riset, dan kamar-kamar riset yang bisa dipakai gratis.

Dinding luar terbuat dari batu granit Zimbabwe seluas delapan ribu meter persegi. Dinding yang disusun dengan batu berukuran 2 x 1 meter itu dipahat aneka huruf dari berbagai bahasa, yang pernah dikenal manusia selama 10.000 tahun lebih dari 500 kebudayaan di dunia. Di sini timbul kesan yang amat kuat tentang betapa tingginya peradaban manusia di bidang tulis menulis.

Dekat dinding batu terdapat sebuah kolam air. Dengan demikian, ketika matahari sedang “menyala” dengan hebatnya, pantulannya dibelokkan oleh dinding dan air di kolam menuju beberapa bagian ruang perpustakaan sebuah efek yang kontras dan harmonis, yang meninggalkan kesan sebuah pertumbuhan geologis.

Perpustakaan Alexandria memiliki banyak koleksi berharga. Di antaranya 5.000 koleksi penting berupa manuskrip klasik tentang aneka pengetahuan dari abad 10 M-18 M. Juga ada catatan penting Napoleon berjudul Description de’lEgypte, yang menceritakan peristiwa Prancis menyerbu kota Alexandria. Perpustakaan yang dulu dihancurkan oleh Julius Caesar itu kini menjadi salah satu objek wisata dunia seperti Piramid Giza, Mumi, Karnax Temple, Kuburan para Firaun di Luxor atau Museum Kairo yang menyimpan timbunan emas Tutankhamun.

Sumber: primaindisoft.com

Halal Tours bersama KPLN Goest to Egypt (Reservasi via WA 0852-134-333-21)