Mengenal Sekilas Universitas al-Azhar Kairo, Mesir

Pada awalnya, kegiatan belajar-mengajar di lingkungan al-Azhar dilatari kepentingan mazhab yang dianut penguasa setempat. Dalam perkembangan berikutnya, institusi tersebut menjadi lembaga pendidikan tinggi (Universitas al-Azhar Kairo, Mesir).

Kegiatan akademis untuk pertama kalinya berlangsung pada 975 di al-Azhar. Pemberi kuliahnya bernama Abu hasan Ali bin Muhammad bin an-Nu’man. Dia adalah kadi tertinggi Dinasti Fatimiyah kala itu.

Jadwal belajar-mengajar kian teratur berkat dorongan Wazir Ya’kub bin Killis. Hal itu atas restu Khalifah al-Aziz Billah Abu Mansur Nazzar (wafat 996 Masehi).

Saat kekuasaan beralih ke Dinasti Ayyubiyah, Universitas al-Azhar tak terlalu berkembang. Ini disebabkan kampus tersebut masih kuat menganut paham sebagaimana dinasti sebelumnya, Fatimiyah.

Perlahan namun pasti, kalangan elite Dinasti Ayyubiyah berupaya menghidupkan lagi aktivitas intelektual di al-Azhar. Mereka pun mengundang para sarjana dari pelbagai penjuru Dunia Islam untuk datang dan mengajar di sana.

Dalam masa Dinasti Mamluk (1250-1517), Universitas al-Azhar sempat vakum 100 tahun lamanya. Bagaimanapun, periode ini merupakan masa yang penuh kemelut di pelbagai belahan Dunia Islam.

Di timur, Baghdad (Irak) porak-poranda akibat serangan bangsa barbar, sedangkan di barat terjadi pengusiran yang dialami kaum Muslimin di Andalusia (Spanyol). Dalam momentum itulah, banyak sarjana Muslim dari arah timur dan barat menyelamatkan diri ke Mesir.

Menyadari hal itu, tidak ada alasan untuk menunda-nunda pemulihan aktivitas keilmuan di al-Azhar. Dinasti Mamluk pun mendukung hal itu. Para sultan meminta alim ulama untuk tidak hanya mengajar di sana, tetapi juga membukukan pengajaran mereka.

Jabatan syekh atau rektor Universitas al-Azhar baru terbentuk pada 1517 Masehi. Seorang rektor al-Azhar berhak memberikan penilaian atau reputasi kepada para sarjana, guru, mufti, dan hakim.

Sistem pengajaran di al-Azhar adalah lingkaran-lingkaran studi dalam masjid (halaqah), dengan syarah, diskusi-diskusi (niqasy), dan dialog (hiwar). Sebelum tahun 1872, ijazah tidak diperoleh para mahasiswa melalui ujian, melainkan keputusan para guru dengan ketentuan yang ketat.

Misalnya, untuk mahasiswa kuliah tertentu, ia diwajibkan mendampingi seorang guru besar sampai wafatnya. Diharapkan, mahasiswa tadi dapat mencapai taraf keilmuan yang setara dengan sang guru.

Selain itu, ada pula ketentuan lain. Bilamana ada mahasiswa yang merasa mampu dalam matakuliah tertentu, maka ia berkesempatan mengajar dan memberikan fatwa terkait ilmu itu. Perpustakaan al-Azhar berdiri sejak 1879 Masehi dengan jumlah koleksi awalnya sebanyak 7.700 buku.

Fakultas Putra di provinsi Kairo:

  1. Fakultas Syariah wal Qanun
  2. Fakultas Bahasa Arab
  3. Fakultas Dirasat Islamiyah
  4. Fakultas Teknik
  5. Fakultas Pertanian
  6. Fakultas Fakultas Teknik Pertanian
  7. Fakultas Kedokteran
  8. Fakultas Kedokteran Gigi
  9. Fakultas Farmasi
  10. Fakultas Sains dan Matematika
  11. Fakultas Perdagangan
  12. Fakultas Adab dan Humaniora
  13. Fakultas Hukum
  14. Fakultas Ushuluddin
  15. Fakultas Kejuruan Al Azhar
  16. Fakultas Media Informasi
  17. Fakultas Pendidikan
  18. Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan
  19. Fakultas Dakwah

Fakultas Putra di luar provinsi Kairo:

  1. Fakultas Kedokteran (Dumyat)
  2. Fakultas Teknik (Qina)
  3. Fakultas Syari’ah wal Qonun (Asyut)
  4. Fakultas Ushuluddin wal Dakwah (Manshourah)
  5. Fakultas Ushuluddin wal Dakwah (Minoufiyah)
  6. Fakultas Bahasa Arab (Minoufiyah)
  7. Fakultas Bahasa Arab (Girja)
  8. Fakultas Syari’ah wal Qonun (Tanta)
  9. Fakultas Dirasat Islamiyah (Qina)
  10. Fakultas Bahasa Arab (Zaqaziq)
  11. Fakultas Sains (Asyut)
  12. Fakultas Dirasat Islamiyah (Aswan)
  13. Fakultas Tarbiyah (Tafahna Al-Asyraf)
  14. Fakultas Bahasa Arab (Asyut)
  15. Fakultas Syari’ah (Damanhur)
  16. Fakultas Kedokteran Gigi (Asyut)
  17. Fakultas Al-Quran dan Qiraat wa Ulumiha (Tanta)

Fakultas Puteri di provinsi Kairo:

  1. Fakultas Ekonomi
  2. Fakultas Psikologi
  3. Fakultas Farmasi
  4. Fakultas Kedokteran
  5. Fakultas Dirasat Islamiyah
  6. Fakultas Kedokteran Gigi
  7. Fakultas Sains dan Matematika
  8. Fakultas Teknik

Fakultas Puteri di luar provinsi Kairo:

  1. Fakultas Dirasat Islamiyah (Alexandria)
  2. Fakultas Dirasat Islamiyah (Asyut)
  3. Fakultas Dirasat Islamiyah (Sohaj)
  4. Fakultas Agama Untuk Putri (Asir Ramadhan)
  5. Fakultas Agama Untuk Putri (Thaybah)
  6. Fakultas Ekonomi Dalam Negeri (Tanta)
  7. Fakultas Dirasat Islamiyah (Manshourah)

Sumber: republika.co.id

Leave a Reply